Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melalui Ketua Tim Kerja KSPK, Dra. Sofia Hanik, MM, bersama para penanggung jawab kegiatan Yuyun Evriana Setiyarini, SE (Bina Keluarga Balita), Nur Hotimah, S.Sos., M.PSDM (Bina Keluarga Lansia), serta Fonny Indri Hartanti, S.Psi., M.Psi. (Bina Keluarga Remaja)—menghadiri kegiatan Evaluasi Capaian Quick Win di Kabupaten Kediri. Kegiatan ini dilaksanakan Kantor DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Kamis (11/12).
Peserta kegiatan terdiri dari Penyuluh KB PNS dan PPPK di wilayah kerja Kabupaten Kediri. Diskusi difokuskan pada tantangan, capaian, serta strategi percepatan pelaksanaan program Quick Win di lapangan.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Dr. dr. Nurwulan Andadari, MMRS, bersama Kabid KS, Riffa Hanidah, S.SiT., M.Kes. Dalam sambutannya, Ibu Nurwulan memberikan apresiasi dan motivasi kepada para Penyuluh KB. Ia menegaskan pentingnya ketepatan dan akurasi dalam pelaporan kegiatan, sehingga kinerja program dapat terpantau dengan baik.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Sofia Hanik menyampaikan materi Evaluasi Capaian Quick Win. Beliau menjelaskan bahwa dari lima program Quick Win, tiga di antaranya berada di bawah Tim Kerja KSPK, yaitu: Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Sidaya (Lansia Berdaya) dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).
Ia menegaskan bahwa sejak Kemendukbangga terbentuk, seluruh capaian program dilaporkan langsung kepada Presiden. Oleh karena itu, menjelang akhir Desember, seluruh daerah diharapkan dapat mengupayakan capaian di atas 100%. Saat ini, capaian melalui SIGA dinilai sudah sangat baik, namun capaian Quick Win masih perlu dikejar. Kendala utama yang dihadapi adalah proses pelaporan kegiatan, sehingga Sofia mendorong penyuluh untuk segera berkoordinasi dengan Tim Kerja KSPK apabila menemui kesulitan.
Dalam kegiatan ini, para penanggung jawab program—BKB untuk Tamasya, BKL untuk Sidaya, dan BKR untuk GATI—juga menyampaikan paparan capaian masing-masing program. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penginputan laporan, sebagai upaya mengatasi kendala teknis yang selama ini menghambat capaian quickwin.