Sosialisasikan Program Bangga Kencana, Ajak Remaja Sidoarjo Berperan Aktif Cegah Stunting

Penulis: Content Writer Jawa Timur

Tanggal Publikasi: 18 September 2026

Sidoarjo – Pelajar di Kabupaten Sidoarjo diajak berperan aktif dalam upaya mencegah stunting. Upaya mencegah stunting tidak harus menunggu calon ibu memasuki masa kehamilan. Persiapan justru perlu dilakukan sejak remaja, terutama dengan menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi. Pesan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja yang digelar di SMA Budi Utomo, Sidoarjo, Kamis (17/09).

Ratusan pelajar, mayoritas siswi, bersama sejumlah guru SMA Budi Utomo antusias mengikuti kegiatan yang diisi dengan edukasi mengenai pengertian dan penyebab stunting, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, SH. MM. menjelaskan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan sejak remaja, terutama dengan mempersiapkan kondisi kesehatan calon ibu. “Harapan kami, mulai sekarang sudah menyiapkan kondisi tubuhnya dengan baik. Karena salah satu penyebab stunting adalah calon ibu mengalami kekurangan darah atau anemia,” jelas Shodiqin. Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi pasangan yang akan menikah. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mendeteksi secara dini kondisi kesehatan, kesiapan pasangan, dan mempersiapkan kehamilan yang sehat sehingga dapat meminimalkan risiko stunting di kemudian hari.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina yang hadir secara virtual mengajak generasi muda, khususnya perempuan, untuk tidak menyia-nyiakan masa pertumbuhan dengan memperbanyak pengetahuan, menjaga kesehatan, serta membangun pergaulan yang sehat. Menurut Arzeti, remaja perempuan memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan. Karena itu, mereka perlu dipersiapkan tidak hanya dari sisi akademis, tetapi juga secara fisik dan mental.

 

Menyikapi tantangan pembangunan keluarga di daerahnya, Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya kesiapan pasangan sebelum memasuki jenjang pernikahan, termasuk dari sisi usia. “Usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sangat penting untuk mencegah risiko stunting dan menciptakan keluarga yang sejahtera,” pesannya.

Prevalensi stunting di Sidoarjo mengalami kenaikan dari 8,4 % berdasarkan SKI 2023 menjadi 10,6 % berdasarkan SSGI 2024. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan edukasi dan pencegahan stunting sejak remaja. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sekolah dalam meningkatkan pemahaman remaja dan masyarakat mengenai pembangunan keluarga. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko stunting sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial di kalangan remaja.

Berita Terbaru

Hubungi Kami

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN

Alamat

-

Email

-

Nomor Telepon

-

Jam Pelayanan

-

Ikuti Kami

No social media available

Statistik Pengunjung Website

Hari Ini: 0Minggu Ini: 0Bulan Ini: 0Total: 0

© 2026 KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA/BKKBN